Skip to content
PERCIK KAHMI Makassar
KAHMI Makassar
  • Home
    • Berita
    • Artikel
  • Tentang Percik
  • Kirim Artikel
  • KAHMI Makassar
  • FORHATI Makassar
PERCIK KAHMI Makassar
KAHMI Makassar

Ketika Ijazah Tak Menentukan Takdir, dan Sawit Mengantar ke Tanah Suci

Ketika Ijazah Tak Menentukan Takdir, dan Sawit Mengantar ke Tanah Suci

Tim Redaksi Tim Redaksi, 18/06/2025

Pesan Dakwah Prof Veni Hadju

MALAM itu, suasana Masjidil Haram masih penuh khidmat usai Tarawih. Jamaah umrah bersiap kembali ke hotel, dan di tengah keramaian, saya berjumpa dengan seorang lelaki bersahaja: Pak Sukri (bukan nama sebenarnya).

Awalnya hanya sapaan ringan di sela kerumunan, tapi pertemuan itu berubah menjadi pelajaran hidup yang berharga tentang makna kesuksesan yang sejati.

Pak Sukri berasal dari Palembang. Ia datang bersama istrinya untuk menunaikan umrah penuh Ramadhan. Dengan wajah tenang, ia bercerita bahwa dirinya tak bisa membaca dan menulis.

Ia hanya sempat mengenyam pendidikan hingga kelas tiga SD dan kemudian harus berhenti sekolah karena kesulitan ekonomi. Ia mengenang masa kecilnya yang penuh kelaparan dan keterbatasan. Namun, hidup tak membuatnya menyerah.

Perjalanan hidupnya luar biasa. Pernah bangkrut saat berdagang alat sepeda motor, ia kemudian memilih jalan sunyi: berkebun. Kini, ia mengelola 60 dari 90 hektare lahan kelapa sawit yang dimilikinya.

Ia mempekerjakan delapan orang buruh tetap. Dari hasil kebun itu, ia berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi.

Dan kini, ia mampu menunaikan umrah di bulan suci, bukan sekadar berkunjung, tapi beribadah penuh sebulan, dari hasil kerja kerasnya sendiri. Inilah sukses yang nyata.

Pak Sukri tidak memiliki ijazah, tetapi memiliki hati yang bersyukur, tangan yang bekerja keras, dan visi yang jauh ke depan. Ia bukan hanya kaya secara materi, tapi juga secara nilai hidup.

Ia mengolah bumi, memberdayakan orang lain, menyekolahkan anak-anaknya, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Sungguh, kisahnya adalah gambaran bahwa kesuksesan tidak selalu lahir dari gelar atau gelimang teori, tetapi dari keteguhan, kejujuran, dan keberkahan usaha yang halal.

Namun, ukuran sukses dalam pandangan Allah berbeda dari ukuran duniawi semata.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang sukses adalah yang paling banyak mengingat mati dan menyiapkan amal terbaik untuk kehidupan setelah kematian.

Maka, seberapa pun besar aset dan pencapaian kita, semua itu akan menjadi bekal sejati hanya jika diarahkan untuk kebaikan, amal, dan perjuangan agama.

Negeri ini penuh dengan tanah yang subur dan sumber daya melimpah. Namun seberapa banyak dari kita yang benar-benar mengelolanya untuk keberkahan hidup dan akhirat?

Seperti Pak Sukri, semestinya semakin banyak orang yang menjadikan harta bukan sekadar warisan untuk anak keturunan, tapi juga wakaf dan amal jariyah yang tak pernah putus pahalanya. Sebab infak yang ikhlas bagaikan benih yang ditanam dalam ladang yang luas.

Sebagaimana firman Allah:

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Kesuksesan sejati bukan hanya tentang harta dan pencapaian duniawi, tapi juga apa yang kita persiapkan untuk kehidupan abadi.

Ramadan ini adalah momen istimewa untuk menyusun ulang prioritas hidup: apakah kita hanya mengejar sukses dunia, atau juga membangun bekal sukses akhirat?

Siapkanlah bekal terbaik untuk hidup sukses, di dunia dan akhirat kelak. Karena sukses yang abadi hanya bisa diraih dengan amal yang terus hidup meski jasad telah tiada. (*)

Tentang PERCIK

PERCIK dikelola oleh MD KAHMI Kota Makassar, didedikasikan bagi segenap warga KAHMI untuk berbagi berita, opini dan informasi terbaru yang berkaitan dengan eksistensi dan kegiatan organisasi KAHMI. Kirimkan press release berita, artikel atau opini Anda melalui form ini.

PERCIKAN BARU

  • Menghindari Terciptanya Negara Kartel

    Menghindari Terciptanya Negara Kartel

  • Lembaga Sosio Kontrol yang Tumbang

    Lembaga Sosio Kontrol yang Tumbang

  • Begini Solusi Sistemik Islam dalam Penanganan Kejahatan Seksual

    Begini Solusi Sistemik Islam dalam Penanganan Kejahatan Seksual

  • Bersegeralah Kembali ke Jalan Allah

    Bersegeralah Kembali ke Jalan Allah

  • Solusi Islam Mengatasi Krisis Kepemimpinan Nasional

    Solusi Islam Mengatasi Krisis Kepemimpinan Nasional

RSS feed: BERITA KAHMI MAKASSAR BERITA KAHMI MAKASSAR

  • Dilantik Hari Ini, Lima Kader KAHMI Makassar Emban Jabatan Strategis di Unhas
  • Baksos KAHMI Makassar Disambut Antusias Warga Pangkep, Ratusan Pasien Terlayani
  • Songsong Milad ke-60, KAHMI Makassar Bakal Gelar Baksos Kesehatan di Pangkep
  • KAHMI Makassar Salurkan Sembako ke Panti Asuhan dan Kampung Binaan di Bulan Ramadan 1447H
  • Ceramah di Tarwih KAHMI Makassar, Prof Marsuki DEA Soroti Pergeseran Ekonomi Global

JANGAN LEWATKAN

  • Oligarki dan Korupsi: Dua Wajah Perampasan Harta Rakyat
  • Etika Komunikasi Antar Budaya
  • Tangis di Balik Tragedi Affan Kurniawan, KAHMI Desak Hentikan Kekerasan Aparat
  • Solusi Islam Mengatasi Krisis Kepemimpinan Nasional
  • Peduli Lingkungan, KAHMI Makassar Serahkan 100 Bibit Pohon Kayu ke Owner Tokka Tena Rata
©2026 KAHMI Makassar