Hikmah di Balik Penyakit Stroke dan Pencegahan yang Terlupa Tim Redaksi, 24/06/2025 Pesan Dakwah Prof Veni Hadju STROKE, satu kata yang pendek namun menyimpan banyak ketakutan. Di balik statistik yang kian meningkat, di balik ruang-ruang rumah sakit yang penuh, dan di balik keluarga-keluarga yang kehilangan harapan—terdapat satu kenyataan: stroke adalah penyebab kematian terbesar di Indonesia dalam dua dekade terakhir. Penyakit ini datang tanpa memandang siapa. Ia tidak peduli apakah seseorang tinggal di pedesaan atau perkotaan, kaya atau miskin, bergelar tinggi atau tidak berpendidikan. Serangan pertamanya bisa menjadi yang terakhir. Yang selamat pun kadang tidak sepenuhnya pulih. Mereka yang dulu aktif, kini hanya bisa terbaring. Yang dulu mandiri, kini tergantung pada orang lain. Tak ada manusia yang ingin sakit. Namun, kita sering lupa menjaga nikmat sehat, hingga saat penyakit datang, kita baru sadar betapa berharganya ia. Para ahli telah menyebut banyak penyebab stroke, seperti hipertensi yang tidak dikontrol, diabetes yang diabaikan, obesitas, rokok, stres, dan pola makan berlebihan. Tapi dari sisi rohani, jauh dari Allah juga menjadi sumber penyakit hati dan tubuh. Sungguh, Allah telah memberikan solusi. Dalam kehidupan yang penuh tekanan, Allah memberikan masjid, shalat berjamaah, Al-Qur’an, dzikir, dan doa sebagai terapi jiwa. Mereka yang rajin berjamaah, rutin membaca Al-Qur’an, dan menjaga hati dari prasangka buruk ternyata memiliki sistem imun dan jiwa yang lebih kuat. Kesehatan lahir dan batin saling berkaitan. Jiwa yang tenang adalah awal dari tubuh yang sehat. Sayangnya, ketika masih sehat, manusia sering lalai. Pola makan tak dijaga. Emosi tak dikendalikan. Waktu banyak dihabiskan mengejar dunia. Nafsu menjadi raja. M ereka seolah lupa bahwa ajal bisa datang kapan saja. Mereka lupa bahwa hidup sehat adalah tanggung jawab, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarga dan masyarakat. Dan saat stroke datang, semua baru tersadar. Mulut yang biasa berbicara kini sulit bergerak. Tangan yang dulu kuat menggenggam, kini lemah. Kaki yang dulu berjalan ke mana-mana, kini diam. Tapi sayangnya, semua itu kadang sudah terlambat. Allah memberikan peringatan kepada orang beriman, agar senantiasa waspada, memperbaiki diri, dan memohon perlindungan dari azab—baik di dunia maupun di akhirat. ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ “(Yaitu) orang-orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka.'” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 16) Jangan tunggu stroke datang untuk mulai memperbaiki hidup. Mulailah hari ini. Jaga pola makan. Jaga pikiran. Jaga hati. Jaga hubungan dengan Allah. Karena pencegahan terbaik adalah ketakwaan dan rasa syukur terhadap nikmat sehat yang kadang kita abaikan. (*)