Ketenangan dalam Shalat, Ketenangan dalam Hidup Tim Redaksi, 25/09/2025 Pesan Dakwah Prof Veni Hadju SALAH satu rukun shalat adalah tumakninah, yaitu melaksanakannya dengan TENANG. Rukun berarti bagian yang wajib. Jika tidak dipenuhi, ibadah menjadi tidak sah. Karena itu, shalat yang dikerjakan dengan tergesa-gesa dapat dianggap batal. Maka, seharusnya shalat dilaksanakan dengan penuh ketenangan, mulai dari memahami bacaan, menghayati ucapan, dan menghadirkan hati serta pikiran hanya kepada Sang Pemilik Alam Semesta. Ketenangan dalam shalat adalah terapi mujarab di tengah kehidupan modern yang serba sibuk. Waktu habis di perjalanan menuju kantor, aktivitas menumpuk di tempat kerja, hingga rapat berjam-jam yang melelahkan. Namun, di tengah kesibukan itu, banyak orang justru menemukan kebahagiaan ketika shalat dengan tenang. Ia menjadi ruang hening yang menyejukkan jiwa. Sungguh beruntung orang-orang yang dimudahkan hadir ke masjid lima kali sehari untuk melaksanakan shalat dengan tenang. Banyak penelitian menunjukkan adanya kaitan antara kualitas shalat yang khusyuk dengan kesehatan. Mereka yang melaksanakan shalat dengan penuh penghayatan dan penghambaan diri memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kronis di usia lanjut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ مُعۡرِضُونَ “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.” (QS. Al-Mu’minun [23]: 1–3). HADIRKAN HATI DAN PIKIRANMU, DAN TUNAIKAN SHALATMU DENGAN TENANG.