Skip to content
PERCIK KAHMI Makassar
KAHMI Makassar
  • Home
    • Berita
    • Artikel
  • Tentang Percik
  • Kirim Artikel
  • KAHMI Makassar
  • FORHATI Makassar
PERCIK KAHMI Makassar
KAHMI Makassar

Sabar Kunci Menghadapi Ujian Hidup

Bersabar, Kunci Menghadapi Ujian Hidup

Tim Redaksi Tim Redaksi, 30/05/2025

Pesan Dakwah, 1 Dzulhijjah 1446H, oleh Prof. Veni Hadju

HIDUP di dunia ini sejatinya adalah perjalanan antara nikmat dan ujian. Dua hal ini datang silih berganti dan pasti dialami oleh setiap insan, tanpa kecuali. Ketika nikmat datang, kita diajarkan untuk bersyukur. Sebaliknya, saat ujian menimpa, kita diperintahkan untuk bersabar.

Namun, tidak semua orang mampu bersikap tepat dalam dua kondisi tersebut. Nikmat yang tidak disyukuri bisa berubah menjadi bencana. Begitu pun ujian yang tidak disikapi dengan kesabaran, akan berujung pada kegalauan, kesedihan, bahkan keputusasaan. Dalam kondisi itulah, kita semakin jauh dari petunjuk dan rahmat-Nya.

Bersabar bukan hal yang mudah, apalagi ketika ujian terasa berat dan menghimpit hati. Saat masalah yang datang kecil, kita mungkin masih sanggup menerimanya dengan lapang dada. Namun, ketika ujian datang bertubi-tubi, melebihi dugaan dan melampaui harapan, maka di sanalah kesabaran yang sejati diuji.

Boleh jadi, kita sudah merancang masa depan dengan penuh optimisme, lalu ternyata kenyataan tidak sesuai harapan. Kegagalan yang tak diduga menyapa.

Namun, sebagai orang beriman, kita meyakini bahwa semua itu adalah bagian dari skenario Allah. Nikmat dan ujian hanyalah ujian kehidupan yang bersifat sementara. Tugas kita adalah tetap teguh dan berserah diri.

Allah tidak menyuruh kita melawan takdir, melainkan menyikapinya dengan kesabaran dan keikhlasan. Dalam sabar ada kekuatan. Dalam sabar ada pahala besar. Bahkan, sabar adalah tanda kematangan iman.

BERSABAR berarti mengembalikan semua ketetapan kepada Allah. Saat mendapatkan nikmat, kita syukuri dengan memperbanyak amal: rajin ke masjid, aktif dalam pengajian, banyak bersedekah, membantu sesama. Saat diuji, kita bersabar dengan memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan berusaha lebih dekat kepada-Nya.

Firman Allah SWT:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu), serta bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”
(QS. Ali ‘Imran: 200)

Sungguh, sabar adalah perintah langsung dari Allah kepada orang-orang yang beriman. Ketika sesuatu menimpa dirimu—baik kegagalan, kesulitan, maupun kehilangan—mohonlah pertolongan kepada Allah. Bisa jadi, Allah sedang menguji kesabaranmu agar engkau naik kelas dalam keimanan. (*)

Tentang PERCIK

PERCIK dikelola oleh MD KAHMI Kota Makassar, didedikasikan bagi segenap warga KAHMI untuk berbagi berita, opini dan informasi terbaru yang berkaitan dengan eksistensi dan kegiatan organisasi KAHMI. Kirimkan press release berita, artikel atau opini Anda melalui form ini.

PERCIKAN BARU

  • Menghindari Terciptanya Negara Kartel

    Menghindari Terciptanya Negara Kartel

  • Lembaga Sosio Kontrol yang Tumbang

    Lembaga Sosio Kontrol yang Tumbang

  • Begini Solusi Sistemik Islam dalam Penanganan Kejahatan Seksual

    Begini Solusi Sistemik Islam dalam Penanganan Kejahatan Seksual

  • Bersegeralah Kembali ke Jalan Allah

    Bersegeralah Kembali ke Jalan Allah

  • Solusi Islam Mengatasi Krisis Kepemimpinan Nasional

    Solusi Islam Mengatasi Krisis Kepemimpinan Nasional

RSS feed: BERITA KAHMI MAKASSAR BERITA KAHMI MAKASSAR

  • Milad KAHMI ke-60, MD KAHMI Makassar Gelar Senam Bersama hingga Pemeriksaan Kesehatan
  • Dilantik Hari Ini, Lima Kader KAHMI Makassar Emban Jabatan Strategis di Unhas
  • Baksos KAHMI Makassar Disambut Antusias Warga Pangkep, Ratusan Pasien Terlayani
  • Songsong Milad ke-60, KAHMI Makassar Bakal Gelar Baksos Kesehatan di Pangkep
  • KAHMI Makassar Salurkan Sembako ke Panti Asuhan dan Kampung Binaan di Bulan Ramadan 1447H

JANGAN LEWATKAN

  • Solusi Islam Mengatasi Krisis Kepemimpinan Nasional
  • Hati yang Lapang, Hidup yang Terang
  • Ketika Ijazah Tak Menentukan Takdir, dan Sawit Mengantar ke Tanah Suci
  • Ramadhan dan Seni Menyucikan Hati
  • Waspadai Upaya Sekularisasi Negeri!
©2026 KAHMI Makassar