Skip to content
PERCIK KAHMI Makassar
KAHMI Makassar
  • Home
    • Berita
    • Artikel
  • Tentang Percik
  • Kirim Artikel
  • KAHMI Makassar
  • FORHATI Makassar
PERCIK KAHMI Makassar
KAHMI Makassar

Hati yang Lapang

Hati yang Lapang, Hidup yang Terang

Tim Redaksi Tim Redaksi, 18/06/2025

Pesan Dakwah Prof Veni Hadju

SETIAP insan, tanpa kecuali, hidup dalam limpahan karunia yang luar biasa dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun sering kali, kita tidak menyadari betapa banyak yang sebenarnya kita telah MENERIMA.

Udara segar yang tak pernah berhenti kita hirup, makanan yang selalu tersedia dalam beragam jenis dan rasa, hingga kesehatan dan keselamatan yang sering luput dari perhatian—semuanya adalah pemberian yang tak ternilai.

Setiap hari, kita diselimuti kasih sayang Ilahi, dijaga dari musibah, dan dilapangkan jalan untuk menjalani kehidupan.

Pernah ada kekhawatiran dalam sejarah peradaban manusia tentang keterbatasan sumber daya. Muncul teori bahwa populasi yang terus bertambah akan mengancam ketersediaan pangan.

Namun faktanya, hingga hari ini, bumi tetap subur, tumbuhan terus tumbuh, hewan tetap berkembang biak, dan manusia tetap hidup dengan sumber makanan yang tak habis. Bukankah ini bukti nyata bahwa kita terus MENERIMA dari Sang Pemberi dengan kemurahan-Nya yang tak pernah putus?

Tetapi pertanyaannya adalah: apakah kita sudah cukup bersyukur?

Bersyukur bukan sekadar ucapan, tetapi juga tindakan. Bersyukur berarti mengakui dan menghargai setiap pemberian Allah dengan menggunakannya untuk kebaikan, ketaatan, dan manfaat bagi sesama.

Dalam Islam, syukur yang benar tidak berhenti di dalam diri. Ia mengalir keluar—menjadi empati, kepedulian, dan semangat berbagi. Maka, seseorang yang bersyukur dapat dilihat dari seberapa besar ia meringankan beban orang lain.

Allah menjanjikan bahwa siapa yang bersyukur, maka Dia akan menambahkan nikmatnya. Sebaliknya, siapa yang kufur nikmat, akan mengalami sempitnya hati meski dilimpahi dunia.

Ramadan datang untuk menyadarkan kita akan keagungan memberi dan kedalaman menerima. Ia melatih hati untuk peka, untuk tidak hanya menahan lapar, tapi juga menumbuhkan empati. Betapa sia-sia seseorang yang rajin berpuasa, namun hatinya tetap keras dan tertutup untuk peduli terhadap sesama.

Islam menegaskan prinsip keseimbangan antara memberi dan menerima. Allah-lah yang menciptakan keseimbangan ini sebagai hukum kehidupan.

Orang yang banyak memberi tidak akan kekurangan, justru akan semakin dilapangkan rezekinya, dimudahkan urusannya, dan dikuatkan hatinya.

Sedangkan mereka yang enggan berbagi, walaupun secara materi berkecukupan, akan hidup dalam kekeringan batin dan kegelisahan jiwa.

Dalam Surah Az-Zumar ayat 22, Allah menggambarkan dua kondisi hati: yang terbuka menerima cahaya Islam, dan yang tertutup, keras, serta jauh dari mengingat-Nya:

أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ فَوَيْلٌ لِّلْقَٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 22)

Ayat ini seolah menjadi cermin. Sudahkah hati kita lapang dan siap menerima cahaya-Nya? Ataukah ia mulai membatu, keras oleh dunia, dan enggan mengingat Tuhan?

Ramadan ini adalah waktu terbaik untuk membuka kembali hati. Jadilah pribadi yang tidak hanya menerima, tapi juga membalas pemberian dengan syukur, amal, dan kepedulian. Menerima adalah anugerah, tetapi membalasnya dengan memberi adalah kemuliaan.

Jadilah hamba yang memiliki hati lapang dan penuh cahaya di bulan yang mulia ini. Karena hanya hati yang demikian yang mampu benar-benar merasakan nikmatnya iman dan indahnya hidup dalam perlindungan Ilahi. (*)

Tentang PERCIK

PERCIK dikelola oleh MD KAHMI Kota Makassar, didedikasikan bagi segenap warga KAHMI untuk berbagi berita, opini dan informasi terbaru yang berkaitan dengan eksistensi dan kegiatan organisasi KAHMI. Kirimkan press release berita, artikel atau opini Anda melalui form ini.

PERCIKAN BARU

  • Menghindari Terciptanya Negara Kartel

    Menghindari Terciptanya Negara Kartel

  • Lembaga Sosio Kontrol yang Tumbang

    Lembaga Sosio Kontrol yang Tumbang

  • Begini Solusi Sistemik Islam dalam Penanganan Kejahatan Seksual

    Begini Solusi Sistemik Islam dalam Penanganan Kejahatan Seksual

  • Bersegeralah Kembali ke Jalan Allah

    Bersegeralah Kembali ke Jalan Allah

  • Solusi Islam Mengatasi Krisis Kepemimpinan Nasional

    Solusi Islam Mengatasi Krisis Kepemimpinan Nasional

RSS feed: BERITA KAHMI MAKASSAR BERITA KAHMI MAKASSAR

  • Dilantik Hari Ini, Lima Kader KAHMI Makassar Emban Jabatan Strategis di Unhas
  • Baksos KAHMI Makassar Disambut Antusias Warga Pangkep, Ratusan Pasien Terlayani
  • Songsong Milad ke-60, KAHMI Makassar Bakal Gelar Baksos Kesehatan di Pangkep
  • KAHMI Makassar Salurkan Sembako ke Panti Asuhan dan Kampung Binaan di Bulan Ramadan 1447H
  • Ceramah di Tarwih KAHMI Makassar, Prof Marsuki DEA Soroti Pergeseran Ekonomi Global

JANGAN LEWATKAN

  • Wajib Bersifat Tegas dan Keras Terhadap Yahudi Zionis
  • Penyesalan: Antara Pelajaran Hidup dan Kesempatan yang Hilang
  • Doa, Bahasa Hati yang Menembus Langit
  • Bahaya Laten dan Kejahatan Sifat Munafik
  • Naik Haji: Rezeki dari Amalan yang Konsisten
©2026 KAHMI Makassar