Tangis di Balik Tragedi Affan Kurniawan, KAHMI Desak Hentikan Kekerasan Aparat Tim Redaksi, 30/08/202530/08/2025 JAKARTA – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) setelah kabar meninggalnya Affan Kurniawan mencuat ke publik. Bagi KAHMI, peristiwa ini bukan sekadar tragedi personal, melainkan tamparan bagi demokrasi. “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Koordinator Presidium KAHMI, Dr. M. Rifqinizamy Karsayuda. KAHMI mengecam keras segala bentuk kekerasan aparat terhadap mahasiswa yang tengah menggunakan hak konstitusionalnya untuk berdemonstrasi. Organisasi ini menuntut investigasi independen dan transparan, serta memastikan semua pihak yang terlibat diproses hukum tanpa pandang bulu. Lebih dari itu, KAHMI mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali meneguhkan komitmen pada nilai demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. “Kekerasan bukanlah jalan keluar. Aparat dan pemerintah harus mengedepankan pendekatan persuasif serta dialogis,” tegas Sekretaris Jenderal KAHMI, Syamsul Qomar. Dalam pernyataannya, KAHMI menegaskan akan terus berdiri bersama rakyat, menolak kekerasan, dan mendukung Presiden Prabowo Subianto agar segera mengambil langkah solutif yang cepat dan konstitusional. (*)