Shalat Khusyuk, Hidup Lebih Terarah Tim Redaksi, 15/09/2025 Pesan Dakwah Prof Veni Hadju ADA sebuah buku berjudul 400 Kesalahan dalam Shalat karya ulama Mesir, Syaikh Mahmud Al Mishri. Judul itu terdengar mengejutkan, namun sekaligus menjadi pengingat bahwa begitu banyak orang lalai dalam melaksanakan shalat. Banyak yang shalat hanya sebatas kebiasaan sejak kecil tanpa pernah berusaha memperbaiki atau meningkatkan kualitasnya. Karena merasa tidak pernah ditegur, mereka beranggapan shalatnya sudah benar. Padahal, bisa jadi masih banyak yang SALAH. Shalat adalah ibadah paling detail yang diatur dalam Islam. Tidak ada ibadah lain yang dijelaskan sedemikian rinci mulai dari tata cara wudhu, niat, takbiratul ihram, bacaan Al-Fatihah, hingga salam. Bahkan arah pandangan, gerakan tangan, posisi rukuk, sujud, dan duduk pun diatur jelas. Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. al-Bukhari). Artinya, mencontoh Rasulullah ﷺ adalah jalan untuk terhindar dari kesalahan dalam shalat. Mengapa banyak orang masih SALAH dalam shalatnya? Umumnya karena kurang ilmu. Mereka tidak pernah membaca buku tentang tata cara shalat Nabi ﷺ atau mengikuti pembelajaran khusus tentang shalat khusyuk. Akibatnya, banyak yang shalat dengan tergesa-gesa, seperti sekadar menggugurkan kewajiban. Padahal, shalat seharusnya menjadi momen terindah: saat berjumpa dengan Allah, menenangkan hati, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Allah SWT berfirman: حَٰفِظُواْ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلۡوُسۡطَىٰ وَقُومُواْ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ “Peliharalah semua shalat dan shalat wustha (Asar). Dan laksanakanlah shalat karena Allah dengan penuh khusyuk.” (QS. al-Baqarah [2]: 238). Ayat ini mengingatkan kita untuk menjaga shalat, memperhatikannya dengan sungguh-sungguh, dan melaksanakannya dengan penuh kekhusyukan. Shalat bukan sekadar gerakan, melainkan ibadah agung yang menentukan kualitas hidup seorang Muslim. Karena itu, mari kita perhatikan shalat kita masing-masing. Teruslah belajar, perbaiki tata cara, dalami bacaan, dan hadirkan hati. Jangan sampai ibadah yang seharusnya menjadi penolong justru tertolak hanya karena kita menganggap enteng dan tidak peduli pada kesalahan. PERHATIKAN SHALATMU, DAN JANGAN BERHENTI BELAJAR UNTUK MENYEMPURNAKANNYA.