Shalat, Rahasia Kesuksesan yang Sering Terlupakan Tim Redaksi, 18/09/2025 Pesan Dakwah Prof Veni Hadju NAMANYA Pak Marwan (bukan nama sebenarnya), seorang pengusaha muda yang sukses mengelola berbagai jenis bisnis di Makassar dan sekitarnya. Suatu ketika, seorang sahabat penasaran dan bertanya, “Apa rahasia suksesmu?” DAFTAR ISI Toggle Datang Sebelum AzanShalat sebagai Tolak Ukur Kesalehan Pertanyaan itu sebetulnya sulit dijawab. Kesuksesan tentu lahir dari banyak faktor, seperti kerja keras, strategi, relasi, dan pengalaman. Namun, pada saat itu waktu Zuhur hampir tiba. Dengan singkat, Pak Marwan menjawab, “Salah satunya adalah ini… cepat ke masjid sebelum azan.” Sambil tersenyum, ia mengajak sahabatnya bergegas menuju masjid. Datang Sebelum Azan Kebiasaan hadir di masjid sebelum azan berkumandang bukanlah perkara mudah. Banyak orang menunggu azan baru beranjak, bahkan tak jarang datang terburu-buru sehingga kehilangan kesempatan menunaikan shalat sunnah. Lebih parah lagi, ada yang sampai terlambat takbiratul ihram bersama imam—masbuk. Bagi Pak Marwan, kebiasaan datang lebih awal ini adalah sumber keberkahan. Ia meyakini bahwa sikap mendahulukan panggilan Allah itulah yang mengundang kasih sayang-Nya. Rezeki menjadi lancar, usaha terasa ringan, dan hati pun dipenuhi kebahagiaan. Shalat sebagai Tolak Ukur Kesalehan Islam menempatkan shalat sebagai tiang agama. Dari shalatlah terlihat apakah seseorang benar-benar menomorsatukan Allah dalam hidupnya. Sayangnya, sering kita dapati pertemuan, rapat, atau aktivitas bisnis yang mengabaikan waktu shalat. Suara azan terdengar, namun pembicaraan tetap berlanjut seakan tak ada panggilan Ilahi. Akibatnya, shalat yang dilakukan terburu-buru sering tidak mendatangkan ketenangan, bahkan kehilangan nilai spiritualnya. Padahal, shalat yang benar akan menuntun hati, menenangkan jiwa, dan mencegah diri dari perbuatan yang keji serta mungkar. Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya: ٱتۡلُ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ ۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ “Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan ketahuilah, mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-‘Ankabut: 45) Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari harta dan jabatan, tetapi dari seberapa besar kita mengutamakan perintah Allah di atas segala aktivitas dunia. Shalat yang dijaga waktunya, dilaksanakan dengan khusyuk, dan diprioritaskan melebihi urusan lain akan menjadi kunci keberkahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Raihlah kesuksesan dengan mengutamakan shalat. Jadikan ia sebagai pusat kehidupanmu. Bila shalatmu terjaga, insya Allah seluruh urusanmu akan dimudahkan oleh-Nya. (*)