Bertambahnya Umur, Berkurangnya Kekuatan Tim Redaksi, 08/09/2025 Pesan Dakwah Prof Veni Hadju SETIAP hari yang kita lalui sejatinya menambah umur kita. Setiap pergantian fajar adalah pertanda bahwa kita sedang berjalan menuju titik akhir kehidupan. Sadar atau tidak, waktu terus bergerak maju tanpa bisa ditahan. Semakin bertambah usia, tubuh semakin rapuh, kekuatan perlahan menurun. Inilah hukum kehidupan yang tak bisa dielakkan, meskipun banyak orang enggan menerimanya. Manusia sering berkhayal ingin selalu muda, kuat, dan bertenaga. Padahal, usia senja tak akan pernah sama dengan masa muda. Harapan terbaik untuk menghadapi usia tua bukanlah fisik yang kekar, tetapi amal saleh yang ikhlas. Hanya amal inilah yang akan terus mengalirkan pahala, bahkan setelah tubuh tak lagi mampu bergerak. Di sisi lain, ilmu pengetahuan dan teknologi modern terus berusaha melawan penuaan. Penelitian tentang anti-aging berkembang pesat. Secara ilmiah, penuaan memang bisa diperlambat dengan pola hidup sehat, olahraga teratur, dan asupan gizi seimbang. Radikal bebas yang menumpuk dalam tubuh dapat dikendalikan dengan gaya hidup yang benar. Hasilnya, tubuh tetap bugar dan produktif meski usia bertambah. Namun, sejauh apa pun usaha manusia, tetap ada batasnya. Tak ada seorang pun yang bisa menghindar dari kematian. Pada akhirnya, semua akan kembali kepada Sang Pencipta. Seiring bertambahnya umur, organ tubuh kita makin lemah. Nafsu makan berkurang, langkah kaki tak lagi sekuat masa muda, perjalanan jauh terasa berat. Semua ada masanya di dunia. Namun, di akhirat kelak, kehidupan abadi menanti. Mereka yang beramal saleh akan kekal dalam surga: muda selamanya, bahagia selamanya. Sebaliknya, mereka yang lalai akan menanggung azab yang terus bertambah di neraka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengingatkan dalam firman-Nya: يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدۡحًا فَمُلَٰقِيهِ “Wahai manusia! Sesungguhnya engkau telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka pasti engkau akan menemui-Nya.” (QS. Al-Insyiqaq: 6) Maka, nikmatilah hidup yang ada hari ini dengan memperbanyak amal saleh. Jangan sia-siakan waktu dengan kelalaian. Akan tiba saatnya tubuh tak lagi mampu bergerak, lidah tak lagi fasih berucap, dan tenaga tak lagi bisa digunakan. Saat itulah, hanya amal yang akan menjadi teman setia, baik di alam kubur maupun di akhirat. Mari jadikan setiap pertambahan umur sebagai pengingat bahwa kesempatan untuk beramal semakin berkurang. Jangan tunggu tua untuk berbuat baik, karena kita tak pernah tahu kapan akhir akan datang. (*)