Skip to content
PERCIK KAHMI Makassar
KAHMI Makassar
  • Home
    • Berita
    • Artikel
  • Tentang Percik
  • Kirim Artikel
  • KAHMI Makassar
  • FORHATI Makassar
PERCIK KAHMI Makassar
KAHMI Makassar


Prof Mustari Mustafa: Pendidikan Harus Menjadi Arena Pembebasan Kesadaran Kritis

Tim Redaksi Tim Redaksi, 30/08/202530/08/2025

MAKASSAR — Guru Besar Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof Mustari Mustafa, menegaskan bahwa pendidikan sejatinya harus menjadi arena pembebasan kesadaran kritis, bukan sekadar instrumen untuk meredam aspirasi mahasiswa.

Hal itu ia sampaikan menanggapi surat edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto yang berisi imbauan kepada rektor seluruh Indonesia untuk menjaga ketenangan kampus pasca tragedi gugurnya mahasiswa Affan Kurniawan dalam aksi unjuk rasa.

Prof Mustari mengapresiasi surat edaran tersebut karena hadir dengan nada empati dan solidaritas.

Menurutnya, penyampaian belasungkawa atas gugurnya mahasiswa serta ajakan menjaga kampus sebagai ruang teduh menunjukkan kesadaran bahwa perguruan tinggi merupakan taman kebijaksanaan, tempat akal sehat dan nurani bertemu.

“Ajakan agar mahasiswa tetap kritis namun santun sejalan dengan etika deliberasi demokrasi. Begitu pula seruan melawan hoaks dan provokasi selaras dengan kebutuhan literasi demokrasi di era post-truth,” ujar Prof Mustari, Sabtu (30/8).

Namun, ia memberi catatan bahwa surat edaran Menristekdikti lebih banyak menekankan pada aspek ketertiban dan pengendalian emosi massa dibandingkan upaya menggali akar persoalan yang melahirkan gelombang protes mahasiswa.

Kondisi ini, menurut anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI itu, berisiko menjadikan universitas sebatas alat peredam, bukan ruang solusi.

“Jika kampus hanya diarahkan untuk meredam suara mahasiswa tanpa memberi ruang bagi substansi tuntutan, maka peran perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa akan tereduksi,” tegasnya.

Ia menilai surat edaran tersebut memang pas untuk meredakan ketegangan jangka pendek, namun belum cukup menjawab krisis legitimasi yang lebih dalam.

Karena itu, Mustari menekankan bahwa perguruan tinggi tetap harus memastikan keseimbangan antara menjaga ketenangan dan membuka ruang kritis.

“Pesan empati dari Menteri penting, tapi harus berlanjut menjadi dialog substantif dan penyelesaian masalah secara adil. Pendidikan harus menjadi arena pembebasan kesadaran kritis, bukan sekadar domestikasi yang menciptakan ketenangan semu,” pungkas mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok itu. (*)

Tentang PERCIK

PERCIK dikelola oleh MD KAHMI Kota Makassar, didedikasikan bagi segenap warga KAHMI untuk berbagi berita, opini dan informasi terbaru yang berkaitan dengan eksistensi dan kegiatan organisasi KAHMI. Kirimkan press release berita, artikel atau opini Anda melalui form ini.

PERCIKAN BARU

  • Menghindari Terciptanya Negara Kartel

    Menghindari Terciptanya Negara Kartel

  • Lembaga Sosio Kontrol yang Tumbang

    Lembaga Sosio Kontrol yang Tumbang

  • Begini Solusi Sistemik Islam dalam Penanganan Kejahatan Seksual

    Begini Solusi Sistemik Islam dalam Penanganan Kejahatan Seksual

  • Bersegeralah Kembali ke Jalan Allah

    Bersegeralah Kembali ke Jalan Allah

  • Solusi Islam Mengatasi Krisis Kepemimpinan Nasional

    Solusi Islam Mengatasi Krisis Kepemimpinan Nasional

RSS feed: BERITA KAHMI MAKASSAR BERITA KAHMI MAKASSAR

  • Dilantik Hari Ini, Lima Kader KAHMI Makassar Emban Jabatan Strategis di Unhas
  • Baksos KAHMI Makassar Disambut Antusias Warga Pangkep, Ratusan Pasien Terlayani
  • Songsong Milad ke-60, KAHMI Makassar Bakal Gelar Baksos Kesehatan di Pangkep
  • KAHMI Makassar Salurkan Sembako ke Panti Asuhan dan Kampung Binaan di Bulan Ramadan 1447H
  • Ceramah di Tarwih KAHMI Makassar, Prof Marsuki DEA Soroti Pergeseran Ekonomi Global

JANGAN LEWATKAN

  • Begini Solusi Sistemik Islam dalam Penanganan Kejahatan Seksual
  • Tetap Belajar, Ilmu yang Menyelamatkan Dunia dan Akhirat
  • Penyesalan di Hari Kemenangan
  • Wajib Bersifat Tegas dan Keras Terhadap Yahudi Zionis
  • Balasan Paling Adil: Ketika Tubuh yang Membongkar Segala Rahasia

RSS feed: PENGURUS KAHMI MAKASSAR PENGURUS KAHMI MAKASSAR

  • Dr. Ir. Taufik Nur, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng, CSCA, APEC Eng.
  • Rasmi Ridjang Sikati, SE,. MM
  • Muhammad Kasman, S.E., M.Si., CFrA.
  • Anshar Aminullah
  • Marsam, S.Pd.I., M.Pd
©2026 KAHMI Makassar