Skip to content
PERCIK KAHMI Makassar
KAHMI Makassar
  • Home
    • Berita
    • Artikel
  • Tentang Percik
  • Kirim Artikel
  • KAHMI Makassar
  • FORHATI Makassar
PERCIK KAHMI Makassar
KAHMI Makassar


Menjadikan Surga Sebagai Tujuan Hidup Sejati

Tim Redaksi Tim Redaksi, 18/10/2025

Pesan Dakwah Prof Veni Hadju

SETIAP manusia memiliki tujuan hidup. Namun, tidak semua menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah perjalanan singkat menuju kehidupan yang sesungguhnya — kehidupan akhirat.

DAFTAR ISI

Toggle
  • Menjadikan Surga Sebagai Visi yang Hidup
  • Kesadaran Akan Kefanaan Dunia
  • Menata Visi Hidup Menuju Surga

Pertanyaan sederhana namun mendalam patut kita renungkan: Apa visi hidup kita sebenarnya?

Bagi seorang mukmin, jawabannya tegas: visinya adalah masuk surga. Itulah cita-cita tertinggi yang seharusnya menjadi arah setiap langkah, penggerak setiap amal, dan penentu setiap keputusan dalam hidup.

Para ulama bahkan menganjurkan agar tidak sekadar berharap surga, tetapi berharap surga tertinggi — Jannatul Firdaus.

Sayangnya, tidak semua manusia menempatkan surga sebagai tujuan hidup. Banyak yang terpesona oleh gemerlap dunia, terikat oleh harta, jabatan, dan kenikmatan sesaat.

Hati mereka terpaut pada hal-hal yang fana, hingga lupa bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara.

Menjadikan Surga Sebagai Visi yang Hidup

Menjadikan surga sebagai visi hidup bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan komitmen yang ditanamkan dalam hati dan diwujudkan dalam amal.

Visi ini membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan keistiqamahan dalam menaati perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.

Mereka yang berorientasi pada surga akan selalu berupaya memperbaiki diri, menuntut ilmu agama, menghadiri majelis ilmu, dan bergaul dengan orang-orang saleh.

Mereka menyadari bahwa jalan menuju surga tidak mudah; penuh ujian, godaan, dan cobaan. Namun, setiap kesulitan yang mereka lalui justru menjadi bukti keimanan dan sarana penyucian jiwa.

Kesadaran Akan Kefanaan Dunia

Allah berulang kali mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia hanyalah sebentar, sementara kehidupan akhirat bersifat kekal.

Dunia adalah ladang amal; tempat menanam benih kebaikan yang hasilnya akan dipetik di akhirat kelak.

Dalam Al-Qur’an, Allah menggambarkan dengan jelas perbedaan antara kehidupan surga dan neraka — dua tujuan akhir yang sangat kontras.

Surga digambarkan dengan segala kenikmatan dan keindahan yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.

Sedangkan neraka dipenuhi dengan azab yang pedih, api yang menyala-nyala, makanan berduri, dan minuman berupa nanah dan air yang mendidih.

Perbandingan ini bukan sekadar gambaran imajiner, tetapi peringatan nyata agar manusia menegaskan visinya: ingin menjadi penghuni surga atau penghuni neraka.

Peringatan dari Al-Qur’an

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَأَمَّا مَن طَغَىٰ (٣٧) وَءَاثَرَ ٱلۡحَيَٰوةَ ٱلدُّنۡيَا (٣٨) فَإِنَّ ٱلۡجَحِيمَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ (٣٩) وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ (٤٠) فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ (٤١)

“Maka adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh surgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Nazi‘at [79]: 37–41)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa pilihan hidup menentukan arah akhir perjalanan. Mereka yang menjadikan dunia sebagai pusat kehidupan akan kehilangan arah menuju akhirat.

Sebaliknya, mereka yang takut kepada Allah dan mampu menahan hawa nafsu akan menemukan surga sebagai tempat kembalinya.

Menata Visi Hidup Menuju Surga

Visi hidup seorang muslim tidak boleh kabur. Ia harus jelas, terukur, dan berorientasi pada ridha Allah. Dengan menjadikan surga sebagai tujuan utama, setiap langkah hidup menjadi lebih bermakna.

Pekerjaan dunia menjadi ladang pahala, ujian menjadi sarana pendewasaan, dan waktu menjadi amanah yang berharga.

Maka dari itu, perjelas visi hidup Anda. Jangan sampai hari-hari berlalu tanpa arah yang jelas. Jadikan surga sebagai tujuan akhir, bukan sekadar harapan di lisan.

Sebab surga tidak diperoleh dengan angan-angan, tetapi dengan amal nyata dan keteguhan iman.

Hidup di dunia hanya sebentar, tetapi bekalnya menentukan tempat kembali selama-lamanya.

Tentang PERCIK

PERCIK dikelola oleh MD KAHMI Kota Makassar, didedikasikan bagi segenap warga KAHMI untuk berbagi berita, opini dan informasi terbaru yang berkaitan dengan eksistensi dan kegiatan organisasi KAHMI. Kirimkan press release berita, artikel atau opini Anda melalui form ini.

PERCIKAN BARU

  • Kampus Terluas, Manfaat Terbesar

    Kampus Terluas, Manfaat Terbesar

  • Berani Bicara, Berani Berkembang

    Berani Bicara, Berani Berkembang

  • Guru Hebat, Pondasi Karakter dan Peradaban

    Guru Hebat, Pondasi Karakter dan Peradaban

  • MUI Ajak Ormas dan Tokoh Daerah Perkuat Sinergi Menjelang Indonesia Emas 2045

    MUI Ajak Ormas dan Tokoh Daerah Perkuat Sinergi Menjelang Indonesia Emas 2045

  • Juara Dunia, Juara Akhirat

    Juara Dunia, Juara Akhirat

RSS BERITA KAHMI MAKASSAR

  • KAHMI Makassar Gelar Silaturahmi Kebangsaan Hadirkan Helmi Hasan dan Edy Mulyadi
  • MD KAHMI Makassar Gelar Silaturahmi Bersama Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung
  • Meriah, KAHMI Makassar Gelar Silaturahmi dan Pembubaran Kepanitiaan 1446 H di Pantai Bosowa
  • KAHMI UMI Gelar Halalbihalal, Usung Semangat Perkuat Silaturahmi dan Potensi Pascaramadhan
  • Dihadiri Banyak Tokoh Penting, Halalbihalal KAHMI Makassar Jadi Ajang Konsolidasi Alumni

JANGAN LEWATKAN

  • Kampus Terluas, Manfaat Terbesar
  • Pendidikan, Antara Kewajiban dan Kebutuhan
  • Semangat Demokrasi dalam Pilgub Sulsel 2024
  • Doa, Bahasa Hati yang Menembus Langit
  • Orang Cerdas Selalu Mengingat Kematian

RSS PENGURUS KAHMI MAKASSAR

  • Dr. Ir. Taufik Nur, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng, CSCA, APEC Eng.
  • Rasmi Ridjang Sikati, SE,. MM
  • Muhammad Kasman, S.E., M.Si., CFrA.
  • Anshar Aminullah
  • Marsam, S.Pd.I., M.Pd
©2025 KAHMI Makassar